Pages

Tuesday, 9 March 2010

Perlukah Bayi Dibedong?

bayi lucuTradisi bedong bayi, sepertinya sudah tidak asing ditelinga kita semua. Akan tetapi tradisi membedong bayi yang baru lahir, belakangan mulai banyak ditinggalkan. Membedong bayi dianggap bisa mengganggu saraf motorik bayi karena si mungil jadi tidak bebas bergerak. Masih perlukah bayi dibedong? Tradisi membedong bayi lebih banyak ditemui di masyarakat Asia. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa dengan membedong bayi akan membuat kakinya menjadi lurus.
Namun dengan pesatnya informasi, para ibu muda mulai membandingkan perlakuan bayi di negara-negara maju yang tanpa dibedong justru membuat bayinya lebih lincah dan kaki si bayi pun tetap lurus-lurus saja.
“Secara normal bayi yang baru lahir kakinya memang bengkok itu karena selama dikandungan posisinya selalu meringkuk,tapi nantinya kaki bayi akan lurus dengan sendirinya,” ujar Dr Dewi K Utama, SpA saat dihubungi detikHealth, Minggu (24/1/2010).

Share/Save/Bookmark

Thursday, 4 March 2010

Mengatasi anak autis

Pembaca mungkin tidak asing lagi dengan gangguan Autis, itu karena akhir-akhir ini gangguan pada anak yang dicirikan dengan ketidak mampuan dalam interaksi sosial, perilaku yang mal adapatif, tidak adanya kemampuan dalam berbahasa verbal dan non-verbal, ketertinggalan dalam perkembangan kemampuan motorik kasar dan motorik halus, serta ditandai dengan ketidak mampuan dalam kontrol bina diri ini sedang banyak dibicarakan dimana-mana, mulai di Televisi, koran, dan….tentu saja di blog kesayanganku ini.

Baiklah para pembaca yang budiman, kali ini saya ingin berbagi dengan anda dalam menangani perilaku-perilaku mal adaptif pada anak Autis, seperti teriak-teriak tanpa sebab (bagi orang yang melihat), agresif, tantrum (menyakiti diri sendiri), tertawa tanpa sebab, mengompol, dan perilaku-perilaku serupa lainnya.
Share/Save/Bookmark

Wednesday, 3 March 2010

Si Kecil Sudah Pandai Merayu?

Anak pandai bicara? Pasti menyenangkan sekaligus membanggakan. Kadang malah membuat kita tertawa karena dia sudah mulai berkata-kata sambil diselipi rayuan! Misalnya dengan cara memuji-muji kita lebih dulu tapi sebetulnya ada maunya. "Wow, kuenya kayaknya enak, deh. Bunda memang jago masak. Boleh, enggak, aku ngicipin? Dikit....aja."
Selain tertawa, reaksi lain yang bisa muncul adalah pertanyaan, darimana dia belajar merayu? Bahaya atau tidak perilakunya itu? Yang jelas, seperti dituturkan psikolog Rahmitha P. Soendjojo, anak bisa berbuat seperti itu semata karena meniru lingkungan. Entah melihat contoh dari orang tuanya, teman, tetangga, lihat di teve, dan lainnya. "Bisa juga karena kita yang mengkondisikan anak," kata Mitha.
Ia lalu memberi contoh bagaimana anak "disuruh" orang tua untuk bermani-manis sebelum minta sesuatu. "Kalau mau kue enak, nanti di rumah Tante kamu bilang, 'Tante cantik, deh.' Nah, pasti kamu dikasih kue." Jadi, kata Mitha, "Enggak perlu bingung dan bertanya-tanya darimana anak belajar memuji atau merayu sebelum menyampaikan keinginannnya. Jelas-jelas, orang tua sendiri yang mengajarkan." Belum lagi kalau si anak pandai berakting atau menggunakan bahasa tubuhnya. Nah, makin hebat saja rayuannya.
MEMUJI DENGAN PAMRIH
Meski perilaku tersebut wajar, jelas Mitha, sebetulnya gaya merayu seperti itu kurang baik bagi anak. Selain tak bermanfaat, anak akan terbiasa mengeluarkan jurus rayuan gombal. "Padahal, di masa emas ini, anak harus selalu mendapat hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi pertumbuhan serta perkembangannya. Itu penting bagi masa depan si anak sendiri"
Dampak buruk lainnya, anak seperti diajarkan untuk tidak berusaha jika ingin memperoleh sesuatu. "Maksudnya, dia jadi tak berusaha keras." Anak akan berpikir, "Ah, gampang, rayu aja nanti juga diberi."
Memang, lanjut Mitha, memuji pada dasarnya tindakan terpuji. Tapi kalau dilakukan tidak tulus karena ada embel-embel di belakangnya, jadi tak baik. "Harusnya, pujian yang kita berikan pada seseorang dilandasi ketulusan hati, tanpa mengharap pamrih."
Dengan kata lain, kalau memang mau mengajar anak memuji, ajari ia memuji dengan tulus. "Asal kita menanamkannya dengan jelas, sederhana, dan konkret, anak akan mengerti, kok." Apalagi jika contoh yang kita berikan sudah menjadi gaya hidup kita, "Pasti akan lebih mengena dan akan ditiru anak. Apa pun juga, kita adalah tokoh sentral anak."
Akan lebih baik lagi jika kita mengajarkannya untuk langsung ke tujuan jika menghendaki sesuatu, tanpa harus disertai rayuan atau pujian kosong. "Dengan begitu, kita sekaligus mendidik anak berkomunikasi dengan efektif."
Caranya? Tak lain dengan memberi contoh yang baik, mengingatkan anak, menjelaskan padanya bagaimana cara berkomunikasi yang efektif. Jika ia ingin sesuatu, ajarkan ia berkata, "Bunda aku mau mainan ini. Boleh, tidak?'"

Share/Save/Bookmark

Sarapanlah Kalau Ingin Bayi Laki-laki...??

DIET para wanita khususnya pada masa kehamilan diyakini dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi.  Sebuah riset terbaru mengindikasikan, diet tinggi kalori serta kebiasaan sarapan secara teratur dapat memperbesar peluang seorang ibu melahirkan bayi laki-laki.

Seperti dilaporkan dalam Royal Society journal of Biological Sciences, para peneliti dari Universitas Exeter dan Oxford di Inggris  
mengindikasikan bahwa tren kehidupan modern yang memilih diet rendah kalori mungkin bisa menjadi penyebab terus menurunnya proporsi bayi laki-laki di banyak negara.
Dalam risetnya, para ahli melibatkan 740 wanita Inggris yang baru pertama kali mengalami kehamilan. Partisipan diminta memberi informasi mengenai kebiasaan makan sebelum dan setelah memasuki masa kehamilan. Hasil riset menunjukkan, 56 persen perempuan dengan asupan kalori tertinggi di sekitar masa kehamilan melahirkan bayi laki-laki.  Sementara itu, 45 persen wanita lainnya tercatat memiliki asupan kalori terendah.

Share/Save/Bookmark

Penggunaan Tes Psikologi dan Terapi Untuk Anak

Sebenarnya, senjatanya Psikolog itu bukan tes lho. Ada dua senjata utama psikolog : anamnesa dan observasi. Dengan dua keterampilan  tersebut, Psikolog bisa memberikan 'working diagnosis' yang akan digunakan untuk menegakkan diagnosis.

Jadi kapan seorang anak perlu di tes psikologi? jawabnya adalah JIKA PERLU. Ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan seorang psikolog untuk melakukan pengetesan kecerdasan (tes IQ) terhadap seorang anak. Pertama, jika ada pihak lain yang memerlukan hasil pengetesan.  Biasanya, ini terjadi bila anak harus menjalani evaluasi psikologis sebagai persyaratan masuk ke sekolah atau sebagai informasi bagi pihak  guru untuk menganalisis dan mengatasi permasalahan yang terjadi pada anak di sekolah. Kedua, jika ternyata kasus yang dihadapi seorang  anak berkaitan dengan aspek kecerdasannya. Bila tidak diperlukan angka kecerdasannya, maka tidak perlu suatu tes.

Share/Save/Bookmark

Mengefektifkan Peran Orang Tua

Menjadi orangtua juga merupakan salah satu pekerjaan dengan job description yang rumit dan tidak jelas disertai tanggung jawab yang sangat besar. Untuk menjadi orangtua efektif, Anda harus terjun langsung dan belajar dari pengalaman.

Tanggung jawab orangtua memang sangat besar. Di tangan orangtua, masa depan anak ditentukan. Baik dalam hal kepribadian, sosialisasi, penyesuaian dan pengendalian diri, kemampuan berpikir, dan hal-hal lain yang kelak akan menentukan keberhasilan dan kemandirian anak. Juga keberhasilan anak saat mereka menjadi orangtua.

Share/Save/Bookmark

Tuesday, 2 March 2010

Bagaimana Melatih Bayi Membaca

Mungkinkah melatih anak usia dibawah 2 tahun untuk membaca? Jika itu pertanyaan yang muncul dalam benak anda, dengan metode yang diciptakan oleh Glenn Doman, anda dapat mengajarkan membaca kepada anak anda dengan lebih cepat.
Seperti yang diungkapkan oleh Irene F. Mongkar, pemerhati anak dan praktisi metode Glenn Doman “Pada usia 11 bulan anak saya bisa membaca 87 kata, selanjutnya pada usia 3 tahun sudah membaca buku. Saat berusia 5 tahun, sudah membaca buku Lima Sekawan,” ungkap Irene F. Mongkar.
Beberapa bulan sebelum anaknya lahir, sekitar 13 tahun lalu, Irene mendapat buku karya Glenn Doman “Bagaimana Mengajar Bayi Membaca”. Buku yang sama telah dibaca dan dipraktikkan rekannya di Surabaya. Pada usia 18 bulan, anak sahabatnya itu sudah membaca judul-judul koran.
Setelah anaknya lahir, Irene mempraktikkan teori Glenn Doman. Saat usia bayinya 11 bulan, ternyata semua kata yang pernah dibacakan sejak ia usia 3 bulan, berhasil.
Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya.

Share/Save/Bookmark

Makanan Sehat untuk Bayi Sehat

Bayi yang baru dilahirkan atau suatu saat dalam kehidupannya memiliki kondisi kesehatan/klinis yang berbeda-beda. Ada yang dilahirkan atau pada suatu saat mengalami gangguan kesehatan seperti gangguan pencernaan, gizi buruk, gangguan jantung, menjalani operasi tertentu, infeksi berat dan lain-lain. Pada keadaan tersebut, bayi harus diberikan diet khusus yang disesuaikan dengan keadaan kilnis dan penyakit yang dideritanya. Bayi yang tidak sedang mengalami keadaan klinis yang dimaksud disebut bayi sehat.Secara umum makanan bayi sehat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu makanan utama yaitu ASI/PASI (pengganti ASI) dan makanan pelengkap yang diberikan ketika bayi telah mencapai umur dan berat badan tertentu yang terdiri dari buah, biskuit, makanan lumat (bubur susu), dan makan lembek (nasi tim). Makanan pelengkap ini diberikan ketika ASI/PASI tidak lagi mencukupi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi sehingga harus ditambah dari sumber makanan yang lain.

Share/Save/Bookmark